Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta

Bagi wisatawan di Jogja sempatkanlah berkunjung ke Keraton Yogyakarta, atau biasa disebut Kasultanan Ngayogyakarta

Di tempat ini kita bisa menemukan peninggalan Sejarah Keraton Yogyakarta tanda kebesaran Kerajaan Mataram yang tersaji lewat arsitektur bangunannya. Dari Utara ke selatan area kraton ini terdapat Alun-alun Utara, Siti Hinggil Utara, Kemandhungan Utara, Srimanganti, Kedhaton, Kemagangan, Kemandhungan Selatan, Siti Hinggil Selatan dan Alun-alun kidul. Selain itu terdapat pula Pusaka Kerajaan Keraton Yogyakarta disebut sebagai Kagungan Dalem (harfiah=milik Raja. Benda pusaka keraton memiliki nama khusus, misalnya “Kyai Permili”, yaitu sebuah kereta kuda yang digunakan untuk mengangkut abdi-Dalem Manggung yang membawa Regalia. adapula koleksi pusaka keraton lainnya seperti: Lambang kebesaran, Kereta Kuda, Tanda Jabatan, Bendera, Senjata Prajurit, dan beberapa Manuskrip Kuno. yang tak kalah menariknya adalah keberadaan prajurit-prajurit kerajon Jogja yang hingga kini masih ada, yaitu : Prajurit Wirobrojo, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Dhaeng, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Mantrijero, Prajurit Ketanggung, Prajurit Nyutro, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Surokarso dan Prajurit Bugis.

Salah satu bangunan yang sangat pernting fungsinya adalah Bangsal Kencana tempat raja memerintah. Di dekatnya terdapat Bangsal Prabayeksa yang berfungsi sebagai tempat menyimpan senjata-senjata pusaka kraton. Sementara itu, Bangsal Srimanganti sering digunakan untuk menggelar pentas pertunjukkan seni, misalnya tari klasik kraton, wayang kulit, dan sebagainya. Sebagai tambahan, sekalipun setiap bangunan di Kraton Yogyakarta ini masih dianggap sakral, namun setiap orang bisa mengunjunginya. Dengan catatan, setiap pengunjung mesti tetap mengindahkan peraturan-peraturan yang ada di objek wisata sejarah Jogja ini. selain itu anda bisa menggunakan rental mobil mengunjungi taman sari denganyang letaknya tidak jauh dari kraton jogja

Lokasi : Sebelah selatan Alun-alun Utara
Tiket masuk : wisataan domestik Rp. 5.000, wisatawan asing Rp 7.500
Waktu berkunjung/jam operasional : senin-Minggu 08.00 – 14.00, Jumat : 08.00 – 12.00
Fasilitas : jasa pemandu wisata, tempat parkir.

TIPS : Dimalam hari, kamu bisa menikmati makan lesehan di sepanjang jalan / alun-alun utara, dengan menu burung dara goreng, pecel lele hingga nasi gudeg & wedang ronde. Oh iya, di alun-alun utara juga terdapat Bakmi Pak Pele yang terkenal itu. Adapun pemandu wista tak perlu menyewa lagi karena sudah disediakan pihak keraton Yogyakarta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*